Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Nafas

•Mikroba Normal di Saluran Nafas.
  1. Streptococcus beta-hemolyticus Non group A.
  2. Streptococcus alpha-hemolyticus
  3. Streptococcus gamma-hemolyticus
  4. Neisseria meningitidis
  5. Branhamella catarrhalis
  6. H. influenzae
  7. S. aureus dg coagulase neg.
  8. Streptococcus pneumoniae
  9. Coliform bacilli
•Mikroba Potential Pathogen di Saluran Nafas.
  1. Streptococcus beta-hemolyticus group A & B.
  2. Streptococcus pneumoniae
  3. H. influenzae
  4. Neisseria gonorrhoeae
  5. Neisseria meningitidis
  6. Branhamella catarrhalis
  7. K. pneumoniae dan Coliform bacilli lain
  8. Bordetella pertussis dan bordetella parapertussis
  9. Pseudomonas aeruginosa.
  10. Chlamydia trachomatis
  11. Legionella spp.
•Mikroba Potential Pathogen di Saluran Nafas.
  1. M. tuberculosis
  2. Bakteri anaerob: bacteroides spp.,  Fusobacterium spp.
  3. Berbagai virus
  4. Jamur:  Candida spp., histoplasma capsulatum
•Pembagian Secara Anatomis

Infeksi saluran nafas, dapat dibagi mejadi:

1. Infeksi Saluran nafas atas  (Rongga hidung, pharynx)
Pennyebab sebagian besar (> 80%) virus.
2. Infeksi Saluran nafas tengah( epiglotis, laryng, trachea, bronchus.)
3. Infeksi  Saluran nafas bawah (paru): bronceolus terminalis, alveoli, jaringan pendukung,
interstitium.

PEMBAHASAN :

1. Infeksi Saluran nafas atas

a.Rhinitis:
–> paling sering, manifestasi common cold, Biasa Ditandai Demam, edema mucosa hidung, kenaikan sekresi Sehingga Hidung Menjadi tersumbat.
–> penyebab : Rhinoviruse, adenovirus, parainfluenza virus, coronavirus, influenza virus, respiratory syncyal virus. Bakteri sangat jarang.

b. Pharingitis dan tonsilitis:

–> Gejala nyeri telan, erythem dan pembengkakan pd jaringan yang terkena.

–> penyebab : Virus: Rhinoviruse, adenovirus, parainfluenza virus, influenza virus, Coxsackie viruses, Herpes simplex virusEpstein-Barr virus.

Bakteri: S. pyogenes, C. diphtheriae, N. gonorrhoeae

c. Stomatitis: peradangan pada rongga mulut (sariawan)

–> Virus: HSV, Coxsackie A virus

Bakteri/jamur: Fusobacterium, spirochetes, candida sp.

2. Infek. Saluran nafas Tengah:

a.Epiglottitis:
-Klinis: nyeri tenggorok dan leher (tiba-tiba), demam, serak (“inflamatory stridor”), sukar menelan.
-Virus sangat jarang.
-Bakteri: H. influenzae (paling sering), S. pyogenes, S. pneumoniae, C. diphtheriae, N. meningitidis.

b. Laryngitis:

-Klinis: demam, serak (“inflamatory stridor”), batuk keras/menyentak.  Sering mrpk perluasan inf. Sal. Nafas atas.
-Virus (90%): Rhinoviruse, adenovirus, parainfluenza virus, influenza virus,. Respiratory syntial viruses, corona    virus, echovirus.
-Bakteri: sangat jarang.

c. Bronchitis/ tracheobronchitis:

-Klinis: demam, batuk, disertai produksi sputum. Sering mrpk akibat/perluasan Inf. Sal. Nafas atas.
-Virus (80%): adenovirus, parainfluenza virus, influenza virus,. Respiratory syntial viruses, measles.
-Bakteri: B. pertussis, H. influenzae, Chlamydia pneumoniae.

Infek. Saluran nafas bawah/ paru:

a. Pneumonia akut:  infeksi parenchim paru.

-Klinis: dpt bertahap, dg demam, batuk, atau mendadak karena pneumococcus. Pada dewasa disertai disertai produksi sputum. Kesulitan nafas, frekwensi Respirasi naik.
-Virus: parainfluenza virus, influenza virus, respiratory syntial viruses (infant).
-Bakteri: S. pneumoniae, S. aureus, H. influenzae, Enterobacteriaceae, legionella, P. aeruginosa. Chlamydia pneumoniae.
Rontgen: sangat membantu.

b. Pneumonia kronik: infeksi parenchim paru.

-Klinis: mulai pelan-pelan, berkembang selama beberapa minggu atau bulan dan dpt berlangsung sampai mingguan  bahkan tahunan.
-Gambaran klinis: batuk, susah tidur, nafsu makan turun dan BB turun, keringat malam. Dpt berlanjut dg batuk darah, nyeri dada & dyspnea.
-Virus: jarang.
-Bakteri: M. tuberculosis, Myc. yg lain.
-Jamur: Histoplasma capsulatum, cryptococcus neoformans, blastomyces dermatitidis.

c. Abces paru:

- Sering merupakan komplikasi pneumonia akut/kronik, atau merupakan bagian dari proses kronik.

-Klinis:  tdk khas karena menyerupai pneumonia akut/khronik.  Yg khas Adanya demam, batuk dan produksi sputum yg bau.
-Virus: Tidak ada.
-Bakteri: Campuran bact. Anaerob, actinomyces, S. aureus, Enterobacteriaceae, P. aeruginosa.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: